Nama saya Kasnia teman-teman sering memanggilku Nia, anak kedua dari tiga orang bersaudara yang semua perempuan. Tinggi badanku sekitar 147 cm tingginya, saya paling kecil diantara semua teman kelasnya. Dahulu saya dikenal teman yang paling nyaring ketika berbicara dan seringkali di panggil "Dattul" begitu sebutan bahasa Makassar orang pendek oleh teman kelasnya.
Saya berasal dari keluarga sederhana dari seorang ayah yang berprofesi sebagai petani tepatnya dilingkungan Baba. Saat musim tanam padi saya selalu membantu orangtua disawah jika sedang libur. Setiap hari sebelum terbit fajar saya bersama ayah dan ibuku bergegas kesawah. Usaha serta do’a yang selalu mengiringi langkah saya tak membuat putus asa untuk terus berjuang hingga bisa berkuliah.
Setelah lulus SMA ditahun 2016 saya pun melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan berhasil lolos dalam jalur UMPTKIN dengan jurusan jurnalistik. Suatu rejeki yang sangat saya syukuri sehingga saya bisa kuliah. Saat pertama kali meninggalkan kampung halamanku, pertama saya meminta izin dan do’a kepada nenek dan kakeknya.
Setelah lulus SMA ditahun 2016 saya pun melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan berhasil lolos dalam jalur UMPTKIN dengan jurusan jurnalistik. Suatu rejeki yang sangat saya syukuri sehingga saya bisa kuliah. Saat pertama kali meninggalkan kampung halamanku, pertama saya meminta izin dan do’a kepada nenek dan kakeknya.
Tepat di hari sabtu tanggal 27 Agustus 2016 orangtua dan keluargaku yang lain mengantar saya ke pondokan yang menjadi tepat tinggalku di samata selama kuliah.
Suasana senang dan sedih yang saya rasakan, airmataku pun jatuh tak kuasa menahan kesedihan karena harus berada jauh dari orangtua dikampung dan harus belajar hidup mandiri di perantauan.
Suasana senang dan sedih yang saya rasakan, airmataku pun jatuh tak kuasa menahan kesedihan karena harus berada jauh dari orangtua dikampung dan harus belajar hidup mandiri di perantauan.
Kini setelah satu tahun merasakan berada jauh dari orangtua, saya mulai terbiasa dengan rutinitasku tanpa diawasi oleh ibu dan ayahnya dan selalu menjaga pesan dari nenek agar tidak nakal dan selalu menjaga kepercayaan orangtua.
Penulis : Kasnia Ahmad
NIM : 50500116045

Tidak ada komentar:
Posting Komentar